Share On

October 26, 2009 | Cakes, Bread & Dessert, JAKARTA, Thai & Vietnam Cuisine, West Jakarta


Already quite full from 3 restaurants we visited before, we headed to Siam Garden just to try their dessert. Upon arriving, we asked whether there is a 50% discount and they answered that it only applies for food. Initially, I want to order Thai Mango Sticky Rice (kao niao ma muang), but it was not available so we ordered Cassava in coconut milk 9K and Durian Sticky Rice 22K instead. To be honest, the desserts didn’t look appealing although the taste was acceptable. After we finished eating, we asked for the receipt, and found out that there was no discount at all. We complained and they adamantly said that the discount only applies for food, so we asked: “weren’t the desserts count as food?” After a while, they finally gave us the discount and said that it was only for this once. It was actually not much, but I just didn’t like their attitude. Well, I guess I’ll never visit this place again.
Siam Garden

Siam Garden
PX Pavilion @ The St. Moritz
Puri Indah
West jakarta

Related Posts

17 Comments

  • V

    Desserts are food! How can they be otherwise? These people should check their dictionary.

  • sopjagung

    Yeah, well, I think the waiter thought of us as a sort of free riders because we only ordered desserts and that just-this-once bit was her attempt to salvage some ego after her superior proved her wrong (we argued for a while before she said she would ask her manager).

  • stopit

    kepada yth jen,
    saya akan menulis kritik saya dalam bahasa indonesia karena bahasa inggris saya tidak sebagus anda. untuk menambahkan, saya juga merasa bangga untuk memakai bahasa indonesia karena saya warga negara indonesia. saya cukup senang membaca blog anda, akan tetapi setelah membaca artikel ini, saya sangat kecewa dengan penilaian anda tentang restoran ini. saya merasa anda hanya terus menerus komplain mengenai servis yang diberikan hanya karena emosi belaka. apakah anda berpikir kalau anda hanya menghalangi beberapa orang untuk mendapatkan sesuap nasi? berapa banyak anggota keluarga yg mungkin kehilangan makanan yg sederhana di meja makan mereka kalau tempat ini ditutup hanya karena posting anda yang menggunakan emosi ini? saya berharap makanan lezat yg anda ulas tidak menyebabkan anda bersikap congkak. saya sangat yakin anda hanya memakai emosi anda untuk menulis blog ini, hanya karena anda tidak mendapatkan perlawanan dr pihal restoran dgn diskon 50 persennya. sungguh mengecewakan! saya yakin anda sebagai warga negara indonesia yang cukup berpendidikan mengerti bahasa indonesia dengan baik. saya yakin, sang pelayan mengatakan hanya makanan yang di diskon bukan? apakah anda berpikir kalau retoran tersebut benar karena yang dessert dalam bahasa indonesia adalah makanan PENUTUP. menurut hemat saya, sudah cukup bagus pihak restoran memberikan diskon untuk anda karena mereka tidak pernah mengatakan kata PENUTUP. saya juga yakin kehilangan satu orang customer yang menganggap dirinya adalah raja/ratu adalah suatu keberuntungan. untuk menutup kritik saya ini di website anda yang ‘so-so’ saya akan meberikan quote dari posting anda sendiri, ‘It was actually not much, but I just didn’t like their attitude. Well, I guess I’ll never visit this place again.’
    note: saya harap anda mempost comment saya ini. karena ini adalah hak saya sebagai pembaca anda bukan? bukankah suatu ironi dan menjadi hiprokasi kalau anda mengkritik tpi tidak ingin dikritik. πŸ™‚

  • jenz

    Kepada Bung Stopit,
    Saya hanya menulis secara jujur apa yang saya alami. Saya tidak bilang makanan yang mereka sajikan buruk/jelek. Apakah saya salah kalau saya membaca iklan di koran bahwa ada diskon 50% di restoran tsb, dan kemudian karena saya hanya memesan MAKANAN PENUTUP, maka saya tidak berhak mendapatkan diskon yang dijanjikan? Dan dengan menulis artikel ini, saya tidak bermaksud menghasut org lain untuk tidak mengunjungi restoran tersebut. Sekali lagi, saya hanya menuliskan pengalaman saya. Harapan saya, kalau kebetulan blog saya yang memang ‘so so’ ini bisa dibaca oleh pihak2 yang kebetulan berhubungan dengan tempat yang saya review, ya mudah2an ini bisa jadi acuan bagi mereka untuk meningkatkan mutu dan pelayanan mereka.

  • stopit

    kepada yth jen,
    saya tidak akan menulis banyak, tetapi saya quote kata2 dr posting anda sendiri.
    ‘Saya tidak bilang makanan yang mereka sajikan buruk/jelek.’ menurut blog anda: ‘To be honest, the desserts didn’t look appealing’ hmmm kok berbeda ya?
    ‘Harapan saya, kalau kebetulan blog saya yang memang ‘so so’ ini bisa dibaca oleh pihak2 yang kebetulan berhubungan dengan tempat yang saya review, ya mudah2an ini bisa jadi acuan bagi mereka untuk meningkatkan mutu dan pelayanan mereka.’ semoga bisa ditingkatkan blognya, bukan hanya qualitas dari gambar, tp deskripsinya itu sendiri.
    how do you like to taste your own medicine? it is bitter, isn’t it?

  • Andrew

    To Bung Stopit
    Saya bukan membela Jenz, tetapi saya sangat tidak suka melihat komentar anda karena:
    1. Anda mengatakan “saya menggunakan bahasa Indonesia karena saya juga merasa bangga untuk memakai bahasa indonesia karena saya warga negara indonesia”. FYI dengan menggunakan bahasa Inggris, blog ini dapat dibaca oleh expatriate yang ingin mencoba kuliner Indonesia. Saya pernah memforward beberapa postingan ke expatriate dan mereka sangat menyukainya. Ini bagus untuk pariwisata Indonesia bukan? Jangan menyalahkan orang menggunakan bahasa Inggris yang baik.
    2. Ini ada personal blog, bukan kolom review di media massa. Orang bebas untuk menulis opini dia, baik anda setuju ataupun tidak. Kalu tidak setuju tidak perlu anda menyerang, karena dia bukan menyerang anda. (kecuali ternyata anda manager Siam Garden)
    3. Saya setuju bahwa restoran ini tidak mempunyai servis yang baik karena saya pernah mencobanya, apakah anda pernah?
    4. Disini ditulis adalah discount untuk food, bukan main course (makanan utama). Appetizer (makanan pembuka) dan dessert (makanan penutup) adalah termasuk food. maybe you do need to learn some english.
    thank you

  • Tephy

    Hi Jen, long time lurker here.
    I cannot resist saying hi after the very insightful comment by your avid reader above. πŸ™‚
    Keep on blogging and reviewing places as you see it yah, because I immensely enjoy your every postings and photos!!
    Btw, “comment” diatas cocok banget disubmit ke emailsfromcrazypeople.com; if only they accept submission in Indonesian.
    Cheers!

  • V

    Pak Stopit,
    It appears that you are the one who is bitter here. Please read what Andrew above said CAREFULLY. If you are indeed the manager or owner of Siam Garden, you should be thankful that someone cares enough to try and write about your lousy restaurant for you to improve on. From the picture alone, it’s clear that the dessert didn’t look appealing (taste is a different matter, just in case your English comprehension needs help). No self-respecting, amateur food stylist, let alone restaurant owner would put two white globs on a white plate like that.
    Jeny’s blog is great as evidenced by your fear over her ‘review’ and readership . You said otherwise just because you’re bitter she didn’t write glowing review about your lousy place. What you, as a polite person and, I assume here, a restaurant owner/manager who is looking for a mouthful of diamonds to feed his family, needs to do is to thank her for her feedback, work on your restaurant, and invite her back to disprove herself. Attacking her on her great blog under fake name is lame.
    Grow up, Pak. Such arrogance has no place in the new Indonesia.
    PS: you said it yourself that dessert is MAKANAN penutup. Is your Indonesian, as an Indonesian, also that bad?

  • stopit

    Dear mr andrew yang fluent bahasa inggris dan punya banyak teman expatriate,
    Didalam posting saya, saya mengatakan “saya akan menulis kritik saya dalam bahasa indonesia karena bahasa inggris saya tidak sebagus anda. untuk menambahkan, saya juga merasa bangga untuk memakai bahasa indonesia karena saya warga negara indonesia.” Apakah saya melarang jenz untuk menulis blog dia dalam bahasa inggris? TIDAK, bukan? anda jangan memutar balikkan fakta disini. saya malah menyanjung jenz dengan bahasa inggrisnya yang bagus, tapi untuk apa saya berusaha mencoba mengutarakan pendapat kepada jenz yang merupakan orang indonesia dalam bahasa inggris. saya rasa kawan2 expatriate anda tidak perlu tau surat terbuka saya kepada jenz.
    anda mengatakan, “Ini ada personal blog, bukan kolom review di media massa. Orang bebas untuk menulis opini dia, baik anda setuju ataupun tidak. Kalu tidak setuju tidak perlu anda menyerang, karena dia bukan menyerang anda.” apakah salah kalau saya tidak sependapat dengan jenz? bukankah kata anda ini blog ini bebas menulis apapun setuju atau tidak setuju? Saya rasa kalau saya manager dari siam garden, saya hanya akan mengucapkan, maaf atas ketidaknyamanan anda. tolong datang kembali. Sayangnya, saya bukan manager siam garden dan tidak membela siapapun, tetapi saya hanya memberikan perspective yang lain. Apakah anda siap untuk menerima itu? Sepertinya tidak?
    Saya pernah ke siam garden dan pengalaman saya biasa saja. Tidak ada yang perlu dibanggakan atau dikomentari. Bung andrew mempunyai perspective sebagai customer, tapi apakah anda punya perspective sebagai pemilik restoran? Sepertinya tidak.
    Ya sepertinya dari kedua pihak salah mengartikan FOOD. tapi bukanlah suatu kebijaksanaan dari pemilik resto untuk tetap memberikan discount? bukankah harusnya bersyukur karena sudah diberikan discount 50% walaupun keduanya memiliki persepsi yang berbeda? saya melihat, yang memiliki jiwa besar adalah pemilik toko. Toh kehilangan jenz disini apa ya? dia tetap mendapatkan 50% dari pemilik toko? dan apakah yg didapatkan oleh pemilik toko? saya rasa tidak ada. hmmm… aneh..
    Dear tephy,
    if you have time, please open http://www.thinkoutsidethebox.com. Actually, nevermind, dont waste your time looking at that site since you dont have an open mind. it’s better for you to open, http://www.ihatebeingprovoked.com πŸ˜› Although, I’m criticizing very brusquely, i believe i write it in a polite manner. If you have an open mind, you will value someone’s opinion eventhough its totally different than yours. I highly believe you’re well educated, unfortunately, you skip to take Manner 101. Crazy is a harsh word, dude. Are you ready to be provoked? I guess not.
    tha!

  • stopit

    dear V,
    please dont waste your arrogance and anger here because i dont have anything to do with siam garden πŸ™‚
    Btw, i guess your indonesian is a little bit rusty. FOOD = makanan. tapi tidak dijelaskan apakah itu makanan pembuka, utama, or penutup. πŸ™‚ i know your english is good and all. But, this is not a thesis paper nor essay in TOEFL test πŸ™‚

  • pembaca

    Kepada Bapak/Ibu Stopit,
    Saya juga bukan membela Jenz. Saya hanya pembaca yang suka mencari referensi tentang restoran dan menurut saya blog dari Jenz ini sangat membantu.
    Bapak/Ibu Stopit, yang entah punya hubungan apa dengan restoran siam, harus belajar menerima/mendengar pendapat/kritik orang lain sebelum memberi komentar. Blog Posting dari Jenz tidak menyuruh/mempengaruhi pembacanya untuk tidak mendatangi Restoran Siam, dan saya rasa dengan membaca komentar dari Bapak/Ibu Stopit, malah membuat pembaca (termasuk saya) menjadi segan untuk datang.
    Satu lagi saya sebagai pembaca tidak selalu setuju dengan komentar/pendapat dari Jenz. Tetapi saya menghormati pendapat dia dan tidak memberi komentar yang memprovokasi atau sifatnya offensive karena saya tahu setiap orang punya hak yang sama untuk mengutarakan pikiran. Ada baiknya belajar mengenai hal ini sebelum anda berbicara di forum umum.
    Btw Jenz, keep up the good work. πŸ™‚

  • Heri

    Halo Jen, wah baru kali ini saya menulis di blog kamu. Sebelumnya terima kasih sudah memberikan saya info dan rekomendasi mengenai tempat2 makan dan makanannya.
    Saya tidak akan ikut campur dalam polemik seputar penulisan ini, tapi hanya ingin berpesan supaya Jen bisa terus memberikan info dan rekomendasi yang sangatr berguna bagi saya dan pembaca lainnya. Mungkin saja kepiawaian Anda dalam mengulas tempat dan makanannya dapat membuat sebagia orang merasa iri dan tersisih, saya sendiri ingin sekali bisa menulis seperti Anda he he he
    Jadi akhir kata biarlah anjing itu menggonggong Jen ;p
    Pesan untuk pembaca lain, mengutarakan pendapat memang boleh dilakukan sebebas-bebasnya, tapi tolong dilakukan di halaman kalian masing-masing bukan di halaman orang lain he he he
    Peace…..

  • Andrew

    Dear all,
    Saya rasa ga perlu meneruskan perdebatan ini di blognya jenz (to jenz sorry ya kalau blognya jadi medan perang hehehe), sayang kalau blog bagus-bagus dirusak oleh perdebatan seperti ini, apalagi ini blog yang membahas kuliner, bisa-bisa orang jadi hilang selera makan.
    Mungkin mr stopit yang baik hati, tidak sombong, tidak suka menyerang dan menyindir orang dan senang berbahasa Indonesia yang baik dan benar mempunyai blog pribadi yang tidak so-so untuk membahas hal ini lebih lanjut? (itu juga kalo ada yg masih mau lanjutin…)

  • belagabego

    Like the others, g juga suka mencari referensi tentang restoran and blog ini sangat membantu, memberikan ide2 buat wisata kuliner
    Mengapa saya tertarik ‘tuk mencoba makanan ? Jawabannya tidak jauh dari berbagai promosi, diskon dan juga referensi dari blog dan sejenisnya
    Terus terang aku nga pernah coba Siam Garden tapi aku sebel kl misalnya dpt service yang jelek pdhal udah bayar service charge, so di Siam Garden ada service charge ?
    About promosi yeah kl dah di bilang diskon 50 % then I would expect real diskon… masalahnya sorry marketing di Indonesia sering brengsek … iya it’s art of promotion, but haruskan spt itu… biarpun udah di diskon tetap aja udah bete duluan… karna first impressionnya dah jelek…
    just my 2 cent… no hard feeling

  • JJ

    Hey Jenz,
    This is an awesome site! I’ve been using it as my personal guide and particularly love the honest reviews. I must say that we have similar taste in food.
    As for this “dish”, I could not help but notice how disgusting it looked. I honestly thought from the preview that it was a sort of left-over food; or vomitted; until I saw the full scale picture.
    If I were you, I would ask for full refund πŸ˜‰
    Keep up the great work. I would still be eating KFC all the time and miss all the fun if not for this site.

  • Tony

    Hi Semua,
    Numpang komen ya soalnya gemes. Mau english mau Indonesia harap maklum kalau gak bagus-bagus bgt.
    To Jen saya cuma mau mengatakan, please please continue your blog and criticism and say the truth as it is.
    I work in a services department, and none of my services, team members, or myself would have the opportunity to improve if no one had given feedback whether positive or negative!
    Sayangnya terkadang orang Indonesia itu kalau feedbacknya gak enak terus malah sakit hati bukannya malah ngaca dan memperbaiki dirinya.
    Thinking out of the box…
    If I was the manager or owner of Siam Garden, I would clarify what is food and if it is related to the card promotion and what not then clarify it with them too. Then invite you too come again with a special discount so you can write how Siam Garden has improved!
    Now that’s Service!
    Juga paling tidak sekarang bagus malah diperjelas kalau saya bilang, sehingga orang mungkin di masa depan tau kalau memang sebenarnya makanan penutup. Pasang aja tulisan (dan biasanya saya sering baca kok) “discount hanya untuk main course dan appetizer”
    Me and my wife and the family check out your website regularly for food reviews, and its definitely not so-so for us.
    Your website rocks!!!
    Keep it coming, and keep it real!

  • Jenz

    Thanks all buat saran & kritiknya. Sebaiknya comment2 ttg Siam Garden ini kita sudahi saja ya biar ngga berlarut-larut πŸ™‚

Got Something To Say?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*